Peran Allah Tritunggal

Posted on July 2, 2011

0


Salah satu keunikan Alkitab dan kekristenan adalah deklarasi Allah Tritunggal, Allah itu Satu Esensi dan Tiga Pribadi. Keesaan Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya, sedangkan keragaman-Nya diekspresikan dalam tiga Pribadi. Keunikan ini paling sulit diterima dan dipahami karena sifatnya yang supra rational (melampaui akal manusia) namun hal tersebut bukan berarti bertentangan dengan rasio (non contra rational).

Peran unik Allah Tritunggal melalui Alkitab sangat terang benderang terajut/terjalin indah sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, sehingga memberikan pencerahan (enlightenment) bagi kita. Kunci untuk memahami peran Allah Tritunggal adalah kita harus kembali kepada Alkitab sebagai sumber pengajaran itu sendiri. Kedua, kita harus menyadari bahwa kebenaran berasal dari Sang Pencipta, bukan ciptaan sehingga diperlukan sikap rendah hati. Ketiga, Allah menyingkapkan diri-Nya dengan cara progressive revelation (pengwahyuan secara bertahap, makin lama makin jelas, bukan tiba-tiba turun dari langit).

Melalui Alkitab, Allah mendeklarasikan Diri sebagai Allah yang Esa (Ul.6: 4-5), IA pula memberitahu kita bahwa sejak permulaan ciptaan, bahkan sejak kekekalan Allah di dalam diriNya sendiri ada sebagai tiga pribadi (jamak, Kej. 1:26-27 yang memperlihatkan “KITA” menunjukkan posisi yang setara). Ada dalam tiga pribadi berbeda, tetapi bukan Allah yang dibagi tiga.

Alkitab secara utuh menggambarkan peran aktif Allah Tritunggal. Bila Allah tidak memperkenalkan Dirinya, maka tidak ada seorangpun yang mampu mengenal Allah yang Sejati.

Allah Bapa : Mencipta (Creator), kalau Allah tidak mencipta, maka tidak ada segala sesuatu yang ada.

Allah Anak : Menebus (Redeemer), kalau Allah Anak tidak menebus manusia berdosa maka tidak ada seorangpun yang bisa kembali kepada Allah Bapa.

Allah Roh Kudus : Mewahyukan (Revealer), kalau Allah Roh Kudus tidak mewahyukan maka tidak ada seorangpun yang bisa memiliki Firman untuk mengenal Bapa melalui Anak.

Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus sama-sama mencipta (Bapa menjadi pribadi utama);
Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus sama-sama menebus (Anak menjadi pribadi utama);
Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus sama-sama mewahyukan (Roh Kudus menjadi pribadi utama).

Bila para pembaca blog Alkitabkita tertarik lebih lanjut untuk menggali dari literatur yang dapat dipertanggungjawabkan secara alkitabiah, akademik, filsafati maupun apologetika, saya sarankan untuk membaca literatur penunjang berikut:

1. Louis Berkhof, Teologi Sistematika (Doktrin Allah), Jakarta,LRII,1993
2. R.C.Sproul, Kebenaran Dasar Iman Kristen, Malang, SAAT, 1998
3. G.I. Williamson,Katakismus singkat Westminster, Jakarta, LRII.
4. Ir.Erick Sudarma, Satu Allah Tiga Persona, Makalah
5. Ir. Daniel A.T, Allah Tritunggal, makalah pembinaan CPKK FEUI
6. Stephen Tong, Allah Tritunggal (Jakarta: LRII, 1990)
7. J.D.Douglas dkk, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jakarta, YKBK,1992

Semoga melalui blog ini, kita makin mengenal Alkitabkita, belajar cinta sejati (agape) dari Allah yang di atas, kepada kita ciptaan-Nya, perbuatan-Nya yang ajaib dan bijaksana yang diajarkan-Nya.

Yesus Kristus berkata : “Langit dan bumi akan lewat, tetapi perkataan yang Kukatakan kepadamu satu titikpun tidak akan lewat.” Amin.

(rsm)