Musik Gereja

TUHAN MEMEGANG PIMPINAN
He Leadeth Me, O Blessed Thought

Tuhan memegang pimpinan dalam tiap perbuatanku
Hatiku senang dan aman, Tuhan memimpin hidupku

Reff:
Tuhan memegang pimpinan
TanganNya teguh sentosa
Ku diberi penuh iman
Tuhan memimpin hambaNya


Peganglah tanganku erat, betapa keadaanku
Akupun percaya taat, sebab Tuhan pemimpinku
(Reff)


Bila kerja dunia sudah dan hambaMu dibri menang
Akan maut ku tak gentarlah, ku dipimpinNya ke sebrang
(Reff)


TUHAN MEMEGANG PIMPINAN

Pengarang lagu ini, Joseph Henry Gilmore, lahir pada tahun 1834 di kota Boston. Orang tuanya membiayai pendidikannya sampai di universitas dan di seminari theologia. Setelah tamat seminari pada tahun 1861, ia diminta untuk tetap mengajar di sekolah tinggi itu. Pada tahun yang sama juga ia menikah.

Pada bulan Maret tahun 1862, Pendeta dan Nyonya Gilmore diundang ke Philadelphia. The First Baptist Church di kota itu memerlukan seorang pengkhotbah tamu selama dua minggu. Ia menginap di rumah Diaket Watson yang tempat tinggalnya bersebelahan dengan gedung gereja.

Pendeta Joseph Gilmore sudah merencanakan mengaruniakan Mazmur 23 pada ibadah Rabu malam di Gereja itu, dan ia sudah siap dengan catatannya. Sesungguhnya ia sudah tiga atau empat kali menyiapkan renungan semacam itu pada kesempatan lain. Tetapi kali ini, entah apa sebabnya, seolah-olah ia sulit menafsirkan seluruh pasal itu. Ia hanya melakukannya sampai pertengahan ayat 3. Kata-katanya adalah “Ia menuntun aku” terus memenuhi pikirannya dan ia berkali-kali menekankan dan menerangkannya.

Setelah ibadah rabu malam itu, Pendeta dan Nyonya Gilmore pergi ke rumah bapak dan ibu Watson untuk bercakap-cakap dengan mereka dan beberapa teman mereka. Pokok pembicaraan berkisar pada renungan tadi, yaitu tentang “Ia menuntun aku”. Pendeta Gilmore mengambil buku catatannya dan mencari halaman kosong di belakang, lalu menulis dengan pensil. Ia memberikan kertas itu kepada istrinya dan segera melupakannya.

Tanpa berkonsultasi dengan Pendeta Gilmore, istrinya mengirimkan syair itu kepada Watchman dan Reflector yang menerbitkannya tanpa sepengetahuan Pendeta Gilmore. Penggubah hymne terkenal William Brad Bradburry melihat syair itu dan menambahkan musik serta dua baris terakhir refrainnya.

Tiga tahun kemudian, Pendeta Gilmore berkhotbah di sebuah The Second Baptist Church di Rocherter, New York. Ia mengambil sebuah buku nyanyian untuk melihat lagi-lagu yang dinyanyikan di Gereja itu. Ketika membuka buku tersebut, ia terkejut menemukan hymne karangannya sendiri, “He Leadeth Me”.

Selama masa hidupnya, Gilmore menulis beberapa nyanyian lain, tetapi hanya hymne ini yang menjadi terkenal dan banyak dinyanyikan. Kita patut bersyukur karena Allah menuntun Pendeta Gilmore untuk menulisnya, dan kita patut bersyukur karena Allah menuntun istrinya untuk mengirimkannya supaya diterbitkan.


To God be The Glory
To God be The Glory

To God be the glory, great things He has done
so loved He the world that He gave His son
Who yielded His life an atonenment for sin
and opened the lifegate that all my go in

Chorus:

Praise the Lord, praise the Lord
Let the earth hear His voice
Praise the Lord, praise the Lord
Let the people rejoice
O come to Father through Jesus the Son
and gave Him the glory
Great things He hath done

O perfect redemption, the purchase of blood
to every believer the promise of God
The vilest offender who truly believes
that moment from Jesus a pardon receives

Great things He hath taugh us, great things He hath done
and great our rejoicing through Jesus the Son
But purer, and higher, and greater will be
our wonder, our transport, when Jesus we see

TO GOD BE THE GLORY

Fanny Jane Crosby dilahirkan dari keluarga sederhana di Southeast, New York tanggal 24 Maret 1820. Karena penanganan medis yang tidak tepat, ia mengalami kebutaan pada usia enam minggu. Pada umur delapan tahun ia sudah mulai menulis syair. Dengan cermat ia mendengarkan siapapun yang rela membacakannya. Ia mengembangkan daya ingatnya. Pada umur sepuluh tahun ia berhasil menghafal isi dari kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama dan keempat kitab injil dalam Perjanjian Baru. Selama hidupnya, ia adalah seorang Kristen yang setia di St. John’s Methodist Episcopal Church di New York. Ia bersekolah di New York School, khusus untuk penyandang tuna netra dan mengajar di sekolah itu juga. Tahun 1858, ia menikah dengan seorang pemusik tuna netra, Alexander Van Alstyne, seorang guru musik yang paling dihormati di kalangan institusi tuna netra.

Fanny tinggal di sebuah apartment kontrakan yang sangat kecil bersama suaminya, dimana di sekeliling tempat tinggalnya ada kuli angkut, tukang jahit, tukang sepatu, bahkan budak yang melarikan diri dari penindasan. Fanny dan suaminya sering menjamu teman-teman dan tetangganya yang berkekurangan serta menghibur mereka dengan lagu-lagu ciptaannya. Ini merupakan bagian dari misi hidupnya.

Dalam otobiografinya ia menulis, “Aku percaya Tuhan mengijinkan aku menjadi buta karena keteledoran dokter yang merawatku, sebagai saranaNya menjadikan kebutaanku sebagai berkat”. Lebih lanjut ia menulis bahwa suatu kali ia berdoa demikian, “Tentang kebutaanku ini ya Tuhan, ada yang ingin kusampaikan padaMu. Mulanya aku sulit menerimanya. Kemudian aku belajar untuk menerimanya. Sekarang, sesuatu yang lebih baik terjadi. Aku mensyukurinya”.

Ia menciptakan lebih dari 8000-an hymn, lagu-lagunya yang telah berusia ratusan tahun dan sangat indah terus dinyanyikan hingga kini antara lain Close to Thee, To God be The Glory, Blessed Assurance, Pass me not O Gentle Saviour, Praise Him, Jesus is Tenderly Calling You Home. Hampir seluruh lirik lagunya bernada sukacita dan bersumber dari Alkitab.

Ia meninggal pada tahun 1915 (usia 95 tahun), pada batu nisannya ditulis kalimat indah dimana tulisan ini merupakan cuplikan apa yang diucapkan Tuhan Yesus kepada Maria ketika mengurapi dengan minyak narwastu “Ia telah melakukan apa yang ia perbuat”.

Be the first to start a conversation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: